Eksotika Batu Alam

Bookmark and Share

PEMANFAATAN batu alam untuk mempercantik elemen bangunan masih menjadi tren di kalangan masyarakat. Batu alam tersebut biasa digunakan sebagai material bangunan untuk dinding yang diletakkan di areacarport, teras, pilar, taman, hingga kamar mandi.
Foto : Corbis
Material bangunan yang sedang "naik daun" ini berhubungan dengan pola hidup masyarakat yang back to nature, baik makanan, obat-obatan hingga tempat tinggal. Secara spesifik tujuan pemakaian batu alam adalah agar tampilan bangunan tidak monoton, kaku dan masif. Selain itu, pemilihan batu alam sebagai elemen bangunan dapat menyeimbangkan komposisi suatu bangunan secara menyeluruh.

Mengenai hal itu, Imam Rasyidi, kontraktor dari PT Rumah Idaman Indonesia (RII) menjelaskan cara pandangnya. "Pengaplikasian batu alam di rumah dapat memberi kesan rumah bervariatif dan tidak perlu mengecat terus menerus. Selain itu, batu alam dapat membuat tampilan hunian terasa tidak monoton," kata Imam saat dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Selasa (27/5/2008).

Namun untuk mengaplikasikan batu alam perlu mengetahui ragam dan fungsi dari seluruh jenisnya. Hal ini diperlukan guna meminimalisir kesalahan dalam pengaplikasiannya. Sehingga batu alam yang lebih cocok digunakan untuk interior tidak akan digunakan untuk eksterior. Terutama perlu menyelaraskan dengan gaya rumah yang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat dinamis.

"Batu alam untuk interior sebetulnya batu alam yang tidak banyak berlumut, sedangkan untuk eksterior sebaiknya dipilih yang lebih kuat, karena ada jenis batu alam yang tidak kuat digunakan di luar rumah. Selain itu, batu alam yang digunakan pun harus dipilih sesuai langgam bangunannya," tutur lulusan Universitas Indonesia itu.

Ditambahkan oleh pria yang pernah menjadi staf pengajar di almamaternya itu, batu alam yang merupakan batu dari alam itu diambil dan diolah sedemikian rupa untuk berbagai macam keperluan dan dan aktivitas. Jenisnya yang beragam membuat manusia berusaha mengolahnya menjadi berbagai macam bentuk dan fungsi.

"Seiring dengan perkembangan zaman, maka terdapat beberapa jenis batu alam yang dapat dipilih yaitu mulai dari batu candi, batu paras Yogya, batu granit hingga andesit," jelas pria yang dulu bekerja di pasar modal itu.

Adapun pola pemasangan batu alam itu sendiri, menurut Imam, harus disesuaikan dengan jenis batu alamnya yang bermacam-macam. Dalam proses pemasangannya pun memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Pola pemasangannya sangat menentukan penampilan batu alam.

Tidak semua batu alam dapat dipasang dengan pola yang sama, hal ini disebabkan oleh sifat fisik dan tekstur batu alam yang berbeda-beda. Mulai dari berbagai macam bentuk finishing hingga batu alam andesit yang menjadi favorit hingga bentuk mosaic batu alam yang eksotis.

"Pola pemasangan batu alam tergantung pada kreativitas arsiteknya. Ada yang ingin mengaplikasikan batu alam dengan pola penyusunan sederhana tanpa banyak ukiran, ada yang mengombinasikan ukiran dengan pola-pola tertentu," pungkasnya.
(nsa)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar

Powered By Blogger